Filosofi Tembang Macapat Megatruh

Megatruh  (kematian)





    Berasal dari kata “megat” yang berarti putus dan “ruh” yang berarti jiwa/roh. Maksudnya yaitu putusnya atau perginya ruh dari jasad karena sudah waktunya untuk kembali ke Sang Pencipta. Menggambarkan terlepasnya roh atau kematian manusia. Watak lagu ini nglara lan sedih.

    Bisa juga Megatruh itu Megat ruh, artinya putusnya nyawa dari raga. Jika pegat tanpa aruh-aruh. Datangnya kematian tiba-tiba. Tanpa kompromi bahkan untuk menyesal saja sudah terlambat, apalagi untuk memperbaiki diri.


     Contoh tembangya :

    Sigra milir sng gethek sinangga bajul
    Kawandasa kang njageni
    Ing miwah sakehing mungkur
    Nutugake nggenya plesir
    Sang gethek lampahnyo alon


    Untuk lirik yang lain serta sifat- sifat Tembang Macapat Megatruh klik di sini

    Untuk download mp3 Tembang Megatruh Klik di sini

    Filosofi Tembang Macapat Pangkur

     Pangkur (menjauhi hawa nafsu)






      Pangkur berasal dari kata “mungkur” yang berarti pergi. Maksudnya yaitu pergi meninggalkan hawa nafsu dan angkara murka. Dalam bahasa jawa "mungkur" berarti

      Filosofi Tembang Macapat Durma

      Durma (Munduring Tata Krama)






        Durma berasal dari kata “munduring tata krama”. Filosofi tembang macapat Durma menggambarkan ada kalanya manusia tipis imannya sehingga mundur (berkurang) kramanya (bisa kesopanan maupun imannya).

        Filosofi Tembang Macapat Dhandhanggula

        Dhandhanggula (senang)






          Dhandanggula berasal dari kata dhandhang dan gula. Dhandhang salah satu alat dapur dan gula simbol manis. Jadi Tembang Macapat Dhandhanggula mempunyai filosofi tentang  manisnya, bahagianya

          Filosofi Tembang Macapat Gambuh

          Gambuh  (kecocokan)





            Tembang Macapat Gambuh berasal dari kata “jumbuh” yang berarti cocok atau setuju. Bila sudah saling cinta atau  cocok, maka