Cara Login SIM PKB via HP Android

Berikut video cara log in SIM PKB  via hp android  / gawai android :




Contoh Notulensi Seminar

NOTULENSI SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI
RABU, 6 FEBRUARI 2012

Penyaji           : Istiqomah Wahyu Pradana / K4309045
Moderator      : Januarita
Notulen           : Roila Dewi M

A.    Saran dari Dosen
1.      Bapak Dr. Maridi, M.Pd
Saran :
a.       Memperhatikan alasan tentang cara pengambilan sampling pada penelitian quasi eksperimen.

KESEMPATAN PPG BERSUBSIDI 2017

Tahun 2017 ini pemerintah memberi subsidi pengadaan PPG dengan sejumlah uang maskimal sebesar Rp 7.500.000,00 / semester.



Berikut program studi yang mendapat subsidi PPG 2017 :

  1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  2. Teknik Elektronika
  3. Teknik Elektro
  4. Teknik Otomotif
  5. Teknik Mesin
  6. Teknik Kimia
  7. Teknologi Penangkapan Ikan
  8. Agribisnis Produksi Ternak
  9. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian & Perikanan
  10. Kepariwisataan
  11. Agribisnis Produksi Tanaman
  12. Pendidikan Anak Usia Dini
  13. Matematika
  14. Bahasa Inggris
  15. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
  16. Pendidikan Luar Biasa

Sedangkan syarat pendaftarannya sebagai berikut :

Masa Pendaftaran: 8 - 18 Mei 2017
Silakan cermati dan perhatikan persyaratan pendaftaran berikut ini:
  1. Lulusan S1/D4 dari perguruan tinggi dengan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) minimal B dan dari program studi terakreditasi minimal B;
  2. Berusia setinggi-tingginya 28 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun pendaftaran;
  3. Program studi S1/D4 linier dengan bidang studi pada program PPG;
  4. Calon mahasiswa terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI);
  5. IPK minimal 3,00;
  6. Bebas Napza, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari BNN atau yang berwenang;
  7. Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah;
  8. Sehat rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah;
  9. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian; dan
  10. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 dan disyahkan oleh Lurah/Kepala Desa.
Untuk mendaftar silahkan saja langsung klik di sini

Lomba Guru Menulis Artikel 2017



Bapak Ibu guru yang rajin menulis, atau sedang mencari semangat menulis silahkan mengikuti lomba menulis yang di fasilitasi oleh www.guraru.org yang bertajuk  “Lomba Menulis Guru Era Baru”  dengan hadiah utama Acer  Chromebok 14





Berikut syarat dan ketentuannya :

1.       Setiap peserta harus menuliskan artikel sesuai topik pilihannya di website guraru.org pada periode lomba 10 – 31 Mei 2017. Adapun pilihan topiknya sebagai berikut:
·     Peran Guru Melek Teknologi dalam Digital Citizenship
·     Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini
2.       Setiap peserta diperbolehkan melakukan submit lebih dari satu artikel. Tulisan dapat diceritakan sekreatif mungkin. Penambahan foto dan video di artikel akan mendapatkan nilai tambahan.
3.       Artikel yang dibuat harus disertakan keterangan “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru” di bagian bawah artikel.
4.       Share artikel melalui media sosial.
5.       Peserta harus melakukan registrasi pada http://bit.ly/Guraru2017
6.       Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 19 Juni 2017.
7.       Hadiah Voucher Bhinneka.com tidak dapat diuangkan.
8.       Keputusan juri tidak dpat diganggu gugat.

9.       Peraturan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

     Bagi peserta yang terpilih sebagai pemenang lomba ini berkesempatan mendapatkan hadiah menarik dari Acer dan Bhinneka.com. Dua pemenang tulisan terbaik masing-masing mendapatkan satu unit Acer Chromebook 14. Lalu, tiga finalis lainnya bisa mendapatkan masing-masing voucher Bhinneka.com sebesar 1 juta rupiah untuk pembelian produk Acer dari Acer Guraru.


Untuk Pendaftaran dan info selebihnya  klik di sini

Siapakah Einstein?


ALBERT EINSTEIN 1879-1955



Albert Einstein, tak salah lagi, seorang ilmuwan terhebat abad ke-20. Cendekiawan tak ada tandingannya sepanjang jaman. Termasuk karena teori "relativitas"-nya. Sebenarnya teori ini merupakan dua teori yang bertautan satu sama lain: teori khusus "relativitas" yang dirumuskannya

Teknik Make a Match Model Pembelajaran Kooperatif





Pada model pembelajaran kooperatif, siswa yang merupakan makhluk individualis (homo homini lupus) diharapkan menjadi seorang makhluk sosial (homo homini socius). Salah satu teknik belajar mengajar dalam pembelajaran model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk mengasah kemampuan homo homini socius adalah teknik belajar mengajar mencari pasangan (Make A Match).
Menurut Isjoni (2010: 77) “Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini memberi kesempatan siswa bekerja sama dengan orang lain dan bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.
Ciri utama model pembelajaran kooperatif teknik make a match adalah siswa diminta mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal dalam waktu tertentu. Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau  topik dalam suasana yang menyenangkan.

Menurut Hanafiah dan Suhana (2009: 46) Adapun prosedur pembelajaran yang dilakukan dalam teknik make a match adalah:        1) Guru menyiapkan beberapa waktu kartu yang berisi beberapa konsep atau yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban; 2) Setiap peserta didik mendapatkan satu buah kartu; 3) Setiap peserta didik memikirkan jawaban atas soal dari kartu yang dipegang; 4) Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban);  5) Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin; 6) Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar setiap peserta didik mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya; 7) Kesimpulan.

According to Mel Silberman (1996: 159) Make A Match is called by Index card match, the activity of it are: 1) On separate index cards, write down questions about anything taught in the class. Create enough question cards to equal one-half the number of students; 2) On separate cards, write answers to each of these questions; 3)Mix the two sets of cards and shuffle them several times so they are well mixed; 4) Give out one card to each student. Explain that this is a matching exercise. Some students have review questions and others have the answers; 5)Have students to find together. (Tell them not to reveal to other students what is containted on their cards.); 6) When all the matcing pairs have seated, have each pair quiz the rest of the class by reading their question and challenging classmates to tell them answer.

Dari pendapat Mil Silberman diatas dapat diartikan  make a match yang disebut index card memiliki prosedur: 1) Pada kartu indeks terpisah tulisan pertanyaan tentang apa pun yang diajarkan didalam kelas. Buatlah kartu pertanyaan yang cukup untuk menyamai satu setengah jumlah siswa; 2) Pada kartu terpisah, tulislah jawaban bagi setiap pertanyaan-pertanyaan tersebut;    3) Campurlah dua lembar kartu dan kocok beberapa kali sampai benar-benar tercampur; 4) Berikan satu kartu pada setiap peserta didik. Jelaskan bahwa ini adalah latihan permainan. Sebagian memegang pertanyaan review dan lain memegang jawaban; 5) Perintahkan pada peserta didik untuk menemukan kartu permainannya. Ketika permainan dibentuk, perintahkan peserta didik yang bermain untuk mencari tempat duduk bersama (beritahu mereka jangan menyatakan kepada peserta didik lain apa yang ada pada kartunya); 6) Ketika semua pasangan permainan telah menempati tempatnya, perintahkan setiap pasangan menguji peserta didik yang lain dengan membaca keras pertanyaannya dan menantang teman sekelas untuk menginformasikan jawaban kepadanya.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match secara sistematis yaitu guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-persoalan dan kartu yang berisi jawabannya, siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, tetapi setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya. Siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok untuk bapak berikutnya. Dalam tahap berikutnya pelaksanaan pembelajaran seperti tahap pertama dan dilanjutkan penyimpulan dan evaluasi, refleksi. Dengan demikian siswa belajar matematika tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja namun tercipta kondisi belajar dengan penuh keaktifan dan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika.
Model pembelajaran kooperatif teknik make a match merupakan salah satu teknik dalam model kooperatif yang membentuk kelompok berpasangan yang dalam pelaksanaannya menggunakan media kartu soal dan kartu jawaban. Anita Lie (2002: 46) menjelaskan bahwa kelompok berpasangan mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
1)        Kelebihan:
a)      Meningkatkan partisipasi antar anggota kelompok.
b)      Cocok untuk tugas sederhana.
c)      Lebih banyak kesempatan untuk kontribusi masing-masing anggota kelompok.
d)     Interaksi menjadi lebih mudah dan cepat membentuknya.
2)        Kelemahan:
a)      Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor.
b)      Lebih sedikit ide yang muncul.
c)      Jika ada perselisihan, tidak ada penengah.
Berdasarkan prosedur proses pembelajaran make a match siswa nampak lebih aktif mencari pasangan kartu antara jawaban dan soal. Dengan teknik pencarian kartu pasangan ini siswa dapat mengidentifikasi permasalahan yang terdapat di dalam kartu yang ditemukannya dan menceritakannya dengan sederhana dan jelas secara bersama-sama. Pada saat guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep/topik tentang mencari pikiran utama dan pikiran penjelas dalam wacana untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban). Setelah guru memerintahkan siswa untuk mengambil kartu tampak sebagian besar siswa bersemangat dan termotivasi untuk menarik satu kartu soal.
Setelah siswa mendapatkan kartu soal, Masing-masing tampak memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. Kelompok dengan pasangannya ingin saling mendahului untuk mencari pasangan dan mencocokkan dengan kartu (kartu soal atau kartu jawaban) yang dimilikinya. Di sinilah terjadi interaksi antar kelompok dan interaksi antar siswa di dalam kelompok untuk membahas kembali soal dan jawaban. Guru membimbing siswa dalam mendiskusikan hasil pencarian pasangan kartu yang sudah dicocokkan oleh siswa.
Pada penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match ini dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu yang yang ada di tangan mereka, proses pembelajaran lebih menarik dan nampak sebagian besar siswa lebih antusias mengikuti proses pembelajaran, dan keaktifan siswa tampak sekali pada saat siswa mencari pasangan kartunya masing-masing. Dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran kooperatif teknik make a match diharapkan kegiatan pembelajaran lebih kondusif, sederhana, bermakna dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.



Daftar Pustaka

Anita Lie. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.

Hanafiah dan Cucu Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Ravika Aditama.

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif.  Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Kelebihan dan Kekurangan Model Kooperatif




Linda lundgren (1994: 6) mengatakan bahwa Pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam memahami konsep-konsep yang sulit.
Beberapa hal yang dipandang menjadi kelebihan dari pembelajaran kooperatif adalah:   1) meningkatkan kemampuan akademik siswa; 2) memperbaiki hubungan antar kelompok; 3) maningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi; 4) meningkatkan rasa percaya diri siswa; 5) menumbuhkan keinginan untuk menggunakan kemampuan dan keahlian yang dimiliki siwa; 6) meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru; 7) meningkatkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi dengan siswa lainnya.

Setiap pembelajaran selain mempunyai kelebihan juga mempunyai kelemahan. Kelemahan pembelajaran kooperatif antara lain: 1) pelaksanaannya memelukan persiapan yang rumit; 2) apabila terjadi persaingan yang negatif maka hasilnya akan buruk; 3) apabila ada siswa yang malas atau yang ingin berkuasa dalam kelompoknya menyebabkan kegiatan belajar kelompok tidak berjalan dengan baik; 4) adanya siswa yang tidak memanfaakan waktu dengan sebaik-baiknya dalam belajar kelompok, sehingga kegiatan belajar kelompok menjadi tidak efektif; 5) siswa yang tidak cocok dengan anggota kelompok kurang bisa bekerja sama dalam memahami materi maupun dalam menyelesaikan tugas.

Daftar Pustaka
Linda Lundgren. 1994. Cooperative Learning in the Science Classroom. New York: Clencoe Mc Graw Hill.