Hakikat Quantum Learning

Berikut beberapa pengertian model pembelajaran Quantum Learning dari  dari skripsi penulis beserta unsur-unsurnya seperti asas utama Quantum Learning, prinsip Quantum Learning, karakteristik umum Quantum Learning, strategi pembelajaran Quantum Learning dengan "TANDUR", sebagai berikut  :


2.      Hakikat Model Quantum Learning

a.      Pengertian Model Quantum Learning
Bobbi DePorter & Mike Hernacki menganalogikan Quantum Learning dengan prinsip relativitas Einstein yaitu E= mc2 yang artinya masssa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi. Jadi Quantum Learning sebagai “interaksi interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya”.
Kemudian Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2003:16) juga menyatakan bahwa “Tubuh kita secara fisik adalah materi. Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya; interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya.”

Menurut Udin Saefudin Sa’ud (2008:127) menyatakan bahwa:
Model pembelajaran Kuantum identik dengan sebuah simponi dan pertujukan musik. Maksudnya pembelajaran Kuantum, memberdayakan seluruh potensi dan lingkungan belajar yang ada, sehingga proses belajar menjadi seuatu yang menyenangkan dan bukan sebagai sesauatu yang memberatkan.

Sedangkan menurut Sugiyanto (2008:126) menyatakan bahwa:
Pembelajaran Kuantum sebagi salah satu alternatif pembaharuan pembelajaran, menyajikan petunjuk praktis dan spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, bagaimana menyederhanakan proses belajar sehingga memudahkan belajar siswa. Pembelajaran Kuantum merupakan sebuah model yang menyajikan bentuk pembelajaran sebagai suatu “orkestrasi” yang jika dipilih dari dua unsur pokok yaitu: konteks dan isi. Konteks secara umum akan menjelaskan tentang lingkup lingkungan belajar baik lingkungan fisik maupun lingkungan psikhis. Sedangkan konten/isi berkenaan dengan bagaimana isi pembelajaran dikemas untuk disampaikan kepada siswa.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Kuantum beranalogi pada rumus Teori Relativitas Eisntein yang hanya mengambil konsep dasar bahwa dalam pembelajaran Kuantum menekankan pada interaksi antara pembelajar dengan pengajar dan interaksi pengajar dengan pembelajar. Dengan menekankan pada pengajar yang harus mengkondisikan pembelajar pada situasi yang menyenangkan, menumbuhkan rasa keingintahuan yang tinggi, pengalaman langsung dan memberikan penghargaan atas usaha pembelajar.

b.      Asas Utama Quantum Learning
Asas utama Quantum Learning menurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin Saefudin Sa’ud (2008:127)  “ ... bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.  Maksudnya kita sebelum mengajar kita harus memasuki dulu dunia siswa supaya hal tersebut menjadikan kita diberi izin  untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Caranya dengan mengkaitkan apa yang kita ajarkan dengan peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh siswa dari kehidupan rumah sosial, atletik, musik, seni, rekreasi, atau akademis mereka. Setelah kaitan tersebut terbentuk kita dapat membawa mereka ke dalam dunia kita, yakni memberikan apa yang seharusnya kita berikan supaya siswa memahami bagaimana yang benar dan pada akhirnya tujuan pembelajaran akan tercapai.

c.       Prinsip Model Quantum Learning
Menurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin Saefudin Sa’ud (2008:127) bahwa selain asas utama, pembelajaran Kuantum memiliki lima prinsip, yaitu sebagai berikut :
1)     Segalanya berbicara, maksudnya bahwa seluruh lingkungan kelas hendaknya dirancang untuk dapat membawa pesan belajar yang dapat diterima oleh siswa, ini berarti rancangan kurikulum dan rancangan pembelajaran guru, informasi, bahasa tubuh, katakata, tindakan, gerakan,  dan seluruh kondisi lingkungan haruslah dapat berbicara membawa pesan-pesan belajar bagi siswa.
2)     Segalanya bertujuan, maksudnya semua penggubahan pembelajaran tanpa terkecuali harus mempunyai tujuan-tujuan yang terlibat dalam setiap pembelajaran pada prinsipnya untk membatu perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor.
3)     Pengalaman sebelum pemberian nama, maksudnya sebelum siswa belajar memberi nama (mendefinisikan, mengkoknseptualisasi, membedakan, mengkatagorikan) hendaknyatelah memiliki pengalaman informasi yang terkait dengan upaya pemberian nama tersebut.
4)     Mengakui setiap usaha, maksudnya semua usaha belajar yang telah dilakukan siswa harus memperoleh pengakuan guru dan siswa lainnya. Pnegakuan ini penting agar siswa selalu berani melangkah ke bagian berikutnya dalam pembelajaran.
5)     Merayakan keberhasilan, maksudnya setiap usaha dan hasil yang diperoleh dalam pembelajaran pantas dirayakan. Perayaan ini diharapkan memberi umpan balik dan motivasi untuk kemajuan dan peningkatan hasil belajar berikutnya.

d.      Karakteristik Umum Model Quantum Learning
Pembelajaran Kuantum berbeda dengan pembelajaran konvensional lainnya. Untuk membedakannya pembelajaran Kuantum mempunyai beberapa karakteristik umum. Menurut  Sugiyanto (2009:73-78)  ada beberapa karekteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran Kuantum sebagai berikut:
1)      Pembelajaran Kuantum sebagai pangkal pada psikologi kognitif bukan fisika Kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep Kuantum dipakai.
2)      Pembelajaran Kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3)      Pembelajaran Kuantum lebih bersifat konstruktivistis, bukan positivistis-empiris, behavioristis.
4)      Pembelajaran Kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
5)      Pembelajaran Kuantum sangat menekan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
6)      Pembelajaran Kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
7)      Pembelajaran Kuantum sangat menekankan pada kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
8)      Pembelajaran Kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
9)      Pembelajaran Kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
10)  Pembelajaran Kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
11)  Pembelajaran Kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
12)  Pembelajaran Kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

e.       Strategi Pembelajaran Model Quantum Learning
Didalam pembelajaran Quantum Learning polanya berbeda dari pembelajaran konvensional. Didalam pembelajaran model Quantum Learning diaplikasikan dengan konsep TANDUR yang merupakan akronim dari; Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan.
Menurut Bobby Deporter (1992) dalam Udin Saefudin Sa’ud  (2008:129) ada suatu pengembangan strategi pembelajaran model Quantum Learning melalui istilah TANDUR, yaitu :
1)      Tumbuhkan, yaitu dengan memberikan apersepsi yang cukup sehingga sejak awal kegiatan siswa telah termorivasi untuk belajar dan memahami Apa Manfaatnya Bagiku (AMBAK).
2)      Alami, berikan pengalaman nyata kepada setiap siswa untuk mencoba.
3)      Namai,  sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, dan metode lainnya.
4)      Demonstrasikan, sediakan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya.
5)      Ulangi, beri kesempatan untuk mengulangi apa yang telah dipelajarinya, sehingga setiap siswa merasakan langsung dimana kesulitan akhirnya datang kesuksesan, kami bisa bahwa kami bisa.
6)      Rayakan, dimaksudkan sebagai respon pengakuan yang proporsional.