Peningkatan kemampuan membaca sekilas dengan CTL

Berikut contoh tugas sederhana mengenai peningkatan kemampuan membaca sekilas melalui pendekatan CTL :


PROPOSAL PTK

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SEKILAS MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
SISWA KELAS V SD Negeri Blorong 02
Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar
Tahun PELAjaran 2010/2011







Disusun Oleh :

NAMA                        : WAHYU BUDI SETYAWAN
NIM                : X7109119
SEMESTER  : VI C



PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2010


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya tujuan utama dari kegiatan belajar mengajar adalah agar siswa menguasai materi pelajaran sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.Seorang pendidik sudah berupaya mulai dari menyusun rencana pembelajaran, metode pembelajaran yang relevan, sampai dengan pelaksanaan evaluasi.
Berkaitan dengan tugas mendidik guru, Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk dikuasai berbagai kompetensinya oleh siswa. Ada beberapa keterampilan berbahasa yang harus dipelajari siswa yaitu membaca, menyimak, berbicara, dan menulis.
Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang selalu digunakan dalam setiap aktivitas apapun, tidak hanya digunakan dijenjang sekolah tetapi juga di luar sekolah jadi menjadi bagian jalannya kehidupan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Jadi keterampilan membaca mutlak harus dikuasai oleh siswa. Oleh karena itu, keterampilan membaca harus mendapatkan perhatian khusus dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran keterampilan membaca khususnya membaca sekilas siswa kelas V di  SD Negeri 02 Blorong masih kurang efektif, masih banyak siswa yang kurang mampu untuk menemukan intisari bacaan secara sekilas.. Kelemahan siswa dalam membaca sekilas disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang tepat. Ketergantungan pada metode pembelajaran konvensional, menyebabkan guru kurang berinisiatif untuk memberikan pengalaman langsung pada siswa, bgitu juga kemampuan siswa juga kurang.
Sesuai dengan kemajuan di bidang pendidikan salah satu pendekatan pembelajaran yang dirasa mampu mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan diatas adalah pendekatan CTL. Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat atau dunia nyata. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menhadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya.
Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya, proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa untuk mencari dan mengalami bukan sekedar transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Guru hanya megelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Proses belajar mengajar lebih diwarnai Student centered daripada teacher centered sehingga pembelajaran diharapkan lebih bermakna.
Berdasarkan uraian diatas, untuk Peningkatankemampuan siswa dalam membaca sekilas, maka peneliti membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “PeningkatanKemampuan Membaca Sekilas Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sd Negeri Blorong 02 Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011”


  1. Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini, agar jelas arah penelitiannya maka dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah penerapan pendekatan pembelajaran CTL dapat meningkatan kemampuan   membaca sekilas pada siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011?


  1. Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu :
1.      Peningkatan kualitas proses pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong agar lebih bermakna dengan menerapkan pendekatan pembelajaran CTL ( Constextual Teaching and Learning ).
2.      Peningkatan kualitas hasil  pembelajaran keterampilan membaca sekilas siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong agar lebih bermakna dengan menerapkan pendekatan pembelajaran CTL ( Constextual Teaching and Learning )


  1. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terkait, diantaranya;
1.      Bagi siswa
a)      Adanya kebebasan siswa untuk menemukan informasi – informasi baru.
b)      Menghilangkan kejenuhan dan verbalisme.
c)      Memudahkan siswa menguasai konsep dan memahami penerapannya dalam kehidupan nyata.
2.      Bagi guru
a)      Peningkatanprofesionalisme
b)      Memberi wawasan lebih dalam mengenai pembelajaran yang bermakna.
c)      Memberi makna lebih peranan guru dalam pembelajaran.
3.      Bagi sekolah
a)      Memberi sumbangan yang positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian  Teori

1.      Hakikat Keterampilan membaca
Membaca merupakan kegiatan yang kompleks artinya membaca melibatkan segenap batin kita yaitu pengalaman, respon, intelektual, emosional dan kreativitas sehingga mampu menangkap apa yang telah dibacanya
Membaca menurut Spondek dan Saracho (1994) merupakan proses memperoleh makna dari barang cetak.
Ada 2 cara yang ditempuh pembaca dalam memperoleh makna dari barang cetak antara lain :
a.       Teknik Langsung, yakni menghubungkan ciri penanda visual bunyi dari tulisan dengan maknanya, biasanya digunakan oleh pembaca lanjut.
b.      Teknik Tidak langsung, yaitu mengidentifikasi bunyi dalam kata dan menghubungkannya dengan makna, biasanya digunakan oleh pembaca permulaan.

2.      Pengertian Membaca Sekilas
Menurut Maria Mintowati ( 2003 : 97 ) Membaca sekilas adalah membaca yang membuat mata kita bergerak cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat. Membaca sekilas disebut juga skimming, yakni kegiatan membaca secara cepat dan selektif serta bertujuan. Istilah lain membaca sekilas adalah membaca layap, yaitu membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagian-bagiannya. Membaca sekilas merupakan salah satu teknik dalam membaca cepat.
a.       Teknik Membaca Sekilas (Skimming)
Teknik ini dilakukan pada saat orang membaca ekstensif. Bila Anda akan mencari sebuah buku di perpustakaan, mengenali isi buku secara cepat dengan cara membuka daftar isi, membaca kata pengantar, atau halaman sampul belakang, Anda hendaknya melakukan skimming.
Dalam menghadapi sebuah bacaan, Anda harus memperlakukannya sesuai dengan maksud Anda. Jika fakta dan detail tidak Anda perlukan, lompati bagian tersebut. Cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok ini disebut skimming.
Skimming bukan sekadar menyapu halaman buku, melainkan suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk mendapatkan berbagai tujuan, misalnya:
1)      mengenali topik bacaan;
2)      mengetahui pendapat orang;
3)      mendapatkan bagian penting yang kita operlukan tanpa membaca seluruhnya;
4)      mengetahui organisasi tulisan, urutan ide pokok;
5)      penyegaran.
Langkah-langkah membaca sekilas sebagai berikut.
1)      Pertanyakan dulu, “Apa yang akan Anda cari dari buku ini?”
2)      Baca daftar isi atau kata pengantar!
3)      Telusuri dengan kecepatan pada judul, subjudul, bab, dan anak bab!
4)      Berhentilah ketika Anda menemukan bagian yang dicari!
5)      Baca dengan kecepatan normal dan pahami!

3.      Hakikat Pendekatan Pembelajaran CTL
      a) Pengertian
Sampai saat ini, pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh kelas yang berfokus pada guru sebagai utama pengetahuan, sehingga ceramah akan menjadi pilihan utama dalam menentukan strategi belajar. Sehingga sering mengabaikan pengetahuan awal siswa.Untuk itu diperlukan suatau pendekatan belajar yang memberdayakan siswa. Salah satu pendekatan yang memberdayakan siswa adalah pendekatan kontekstual (CTL).
Menurut Yatim Riyanto ( 2009:65) CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari – hari menggunakan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yaitu kontruktivisme, bertanya, menemukan ( inkuiri ), masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya.
Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education, 2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menhadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya.
1.      Konstruktivisme (constructivism)
Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL, yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya, yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya.
2.      Menemukan ( inkuiri )
Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi(observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), penyimpulan (conclusion). 

3.      Bertanya (Questioning)
Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi, 2) menggali pemahaman siswa, 3) membangkitkan respon kepada siswa, 4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa, 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru, 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa, untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.
4.      Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. Hasil belajar diperolah dari ‘sharing’ antar teman, antar kelompok, dan antar yang tau ke yang belum tau. Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.
5.      Pemodelan (Modeling)
Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan, mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan ,elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar.
6.      Refleksi (Reflection)
Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Realisasinya dalam pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu.
7.      Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment)
Penialaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.
Landasan filosofi CTL adalah kontruktivisme, yaitu belajar tidak hanya sekedar menghafal atau menerima informasi dari guru tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipisah – pisahkan menjadi fakta – fakta yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.

B.  Penelitian yang Relevan
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Nurmawati tahun 2010 dengan judul : “Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam PeningkatanKeterampilan Menulis Siswa Kelas V SD Negeri 01 Tunggulrejo Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar”. Penelitian Intan Permata Sari  ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual ( CTL ) dapat Peningkatanproses dan hasil belajar Bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan menulis.

C. Kerangka Berfikir
Pada dasarnya belajar adalah proses siswa mengolah informasi yang diperolehnya dan mengkontruksi informasi / pengetahuan itu di dalam benaknya. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau kaidah yang siap diambil atau diingat, tetapi manusia harus mampu mengkontruksi  ( membangun/ membentuk ) pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Kegiatan belajar mengajar bukan proses dimana siswa diam dan tinggal menerima pengetahuan dari guru, tetapi siswa bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri, siswa diharapkan mampu berperan aktif dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.
Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V di SD Negeri 02 Blorong, Keterampilan membaca siswa tergolong rendah khususnya dalam materi membaca sekilas. Hal ini disebabkan karena 1) Siswa kurang mampu untuk memahami bacaan secara sekilas. 2) Siswa hanya langsung disuruh membaca sekilas tanpa disertai asas konstruktivisme. 3) kurangnya pengetahuan guru mengenai model – model pembelajaran yang inovatif, guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang komposisi ceramah masih besar.
Pendekatan pembelajaran CTL (Contexstual Teaching and Learning ) merupakan pendekatan pembelajaran yang mampu menciptakan suasana baru bagi siswa, menghindarkan verbalisme maupun kejenuhan. Siswa dibimbing agar memperoleh pengalaman yang nyata. Mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari – hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari usaha siswa mengkontruksi sendiri pengetahuan baru yang ia peroleh sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna.



Rounded Rectangle: 1. Kurang mampu untuk mengerti bacaan dengan membaca sekilas.
2. Tidak adanya pengamatan langsung
3. Pengetahuan guru tentang inovasi pembelajaran yang rendah.
Rounded Rectangle: Kondisi awal
Rounded Rectangle: Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran CTL
1. Siswa memperoleh pengalaman langsung
2. Pembelajaran berpusat pada siswa
3. Kejenuhan siswa terhadap pembelajaran dapat dihilangkan
4. Siswa dibimbing cara-cara membaca sekilas.
Rounded Rectangle: Tindakan
Rounded Rectangle: 1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna
2. Keterampilan membaca sekilas siswa dapat meningkat.
Rounded Rectangle: Kondisi akhir
 










































Skema kerangka berpikir


  1. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan diatas, maka dapat dirumuskan suatu hipotesis, yaitu : Penerapan pembelajaran CTL  (Contexstual Teaching and Learning) dapat meningkatan kemampuan siswa membaca sekilas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


A.      Setting  Penelitian
            Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan di tempat ini dengan pertimbangan kemudahan pihak peneliti dalam mengadakan penelitian dan kerja sama dengan pihak sekolah. Penelitian ditetapkan pada siswa kelas V ( lima ) yang merupakan cerminan anak kelas tinggi yang konsep pembelajarannya Bahasanya lebih kompleks dan membutuhkan metode maupun strategi pembelajaran yang inovatif untuk mendukung pemahaman siswa. Penelitian ini direncanakan dalam 5 bulan yaitu dari bulan Januari sampai Mei pada semester 2 tahun pelajaran 2010/2011

B.       Subyek Penelitian
            Subyek penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas  ini adalah siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar sejumlah  30 siswa, 16 siswa perempuan dan 14 siswa laki – laki .

C.      Bentuk dan Strategi Penelitian

D.      Sumber Data
            Data penelitian ini dikumpulkan berupa informasi – informasi penting yang berkaitan dengan proses pembelajaran membaca sekilas. Adapun sumber data yang ada dalam penelitian ini meliputi :
1.Peneliti
2.Guru kelas V SD Negeri 02 Blorong.
3.Kepala SD Negeri 02 Blorong.
4.Siswa kelas V SD Negeri 02 Blorong.
5.Tempat dan peristiwa.
6.Dokumen, hasil belajar, dan benda – benda yang terkait.

E.       Teknik Pengumpulan Data
        Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1.          Observasi
                 Teknik ini digunakan untuk mengamati pelaksanaan dan pengembangan pembelajaran membaca sekilas yang dilakukan guru dan siswa.
2.          Wawancara
Teknik ini digunakan untuk memperoleh data dari informan tentang pelaksanaan berbicara di kelas, berbagai informasi mengenai kesulitan yang dialami baik oleh siswa maupun guru mengenai pembelajaran membaca sekilas.
3.          Kajian dokumen
Kajian dokumen ini digunakan untuk melengkapi dan memperjelas hasil informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah dengan cara menganalisis dokumen yang ada.
4.          Tes
                Pemberian tes ditujukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan  dari setiap siklus.

F.       Validitas Data
            Data diuji validitasnya menggunakan teknik triangulasi sumber data tentang kesulitan guru dalam pembelajaran membaca sekilas. Selain itu menggunakan triangulasi metode misalnya tentang peningkatan keterampilan / pengamatan terhadap pembelajaran yang berlangsung, dan analisis data terhadap nilai – nilai siswa. Peneliti melakukan kegiatan diantaranya: 10 memberikan tes menulis laporan untuk menganalisis sejauh mana penguasaan siswa terhadap kompetensi dan 2) melakukan wawancara dengan guru mengenai hambatan – hambatan yang dijumpai saat proses pembelajaran.

G.        Teknik Analisis Data
            Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Data diperoleh, dan kemudian dikumpulkan untuk diolah secara sistematis. Dimulai dari wawancara observasi, dan lain – lain. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif.



Oval: Pengumpulan Data  

                                                                                         
                                                                       
                                                                                                                     
Oval: Penyajian  Data
   
                                                                                                                                           
                                                                                                          
                                                                                                           
Oval: Reduksi  Data  

           
                                                                                                            

 







   Sumber   :    Miles  dan   Huberman 

H.        Prosedur Penelitian
            Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap – tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini direncanakan akan dilaksanakan dalam 3 siklus. Masing – masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan refleksi. Berikut tahap-tahap per siklusnya :

Siklus I
1. Perencanaan
a). Peneliti berdiskusi dengan guru tentang pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia.
b). Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran.
c). Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana minat siswa dengan pada pembelajaran  Bahasa Indonesia dengan penerapan.
2. Tindakan
a). Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang materi  yang akan diajarkan.
b). Siswa melaksanakan tugas yang diberikan guru.
3. Observasi
Peneliti mengamati kondisi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas.
4. Refleksi
Minat siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia cukup rendah, karena kegiatan pembelajaran hanya dilaksanakan dengan ceramah. Sehingga perlu dilaksanakan siklus II, dan dalam siklus ini nanti pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatatan CTL.

Siklus II
1. Perencanaan
a). Berdiskusi dengan guru kelas tentang pembelajaran Bahasa Indonesia yang akan dilakukan, yaitu tentang :
-          Materi yang akan diajarkan
-          Merencanakan pendekatatan CTL yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
b). Memilih sumber bahan pembelajaran.
2. Tindakan
a). Sebelumnya guru memberi pilihan pada bacaan apa kita membaca sekilas.
b). Saat pembelajaran dilaksanakan, guru mengawasi jalannya pembelajaran.
3. Observasi
Dalam pelaksanaan pendekatatan CTL ini, peneliti mengamati setiap yang dilaksanakan guru untuk mengarahkan setiap pemeran dalam melaksanakan perannya masing-masing.
4. Refleksi
Peneliti menganalisis hasil pekerjaan siswa, yaitu tugas yang diberikan guru setelah kegiatan bermain peran dilaksanakan. Siklus II perlu dilaksanakan karena hasil dari siklus I belum maksimal.

Siklus III
1. Perencanaan
a). Mengubah / menambah jumlah pemain.
b). Mengubah inti permasalahan yang diperankan.
2. Tindakan
a). Sebelum pembelajaran dilaksanakan, guru melatih siswa yang akan berperan dalam kegiatan bermain peran.
 b). Saat pembelajaran dilaksanakan, guru mengamati peran yang dilakukan siswa dan sesekali mengarahkannya.
3. Observasi
Peneliti mengamati setiap arahan dan bimbingan yang dilakukan guru dalam setiap penampilan siswa.
4. Refleksi
Dari pelaksanaan siklus III ini siswa semakin luas pengetahunnya tentang hak dan kewajibannya, baik dalam kehidupannya di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Dengan penerapan pendekatatan CTL ini siswa semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran, khususnya Bahasa Indonesia

JADWAL PENELITIAN

No
Kegiatan
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
1.
Penyusunan proposal
x
x


















2.
Diskusi proposal


x
x
x















3.
Persiapan;
a.      Perizinan

b.     Pembuatan instrumen




x




x


x














4.
Pelaksanaan :
Siklus I


Siklus II


Siklus selanjutnya







x

x

x




x




x




x


x







x







5.
Uji keabsahan data












x







6
Membuat draf  laporan penelitian













x






7
Diskusi draf  laporan














x





8
Penyempurnaan / penyusunan laporan














x
x




9
Penggandaan dan penjilidan















x





10
Seminar / revisi
















x








DAFTAR PUSTAKA

St . Y . Slamet . 2007 . Dasar - Dasar Keterampilan Berbahasa Iindonesia . Surakarta : FKIP UNS
Mintowati, Maria. 2003. Membaca. Jakarta: Depdiknas.
St . Y . Slamet dan Suwarto.2007.  Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press
Santosa Puji dkk.2008. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Drs. Sugiyanto,M.Si.2008. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: UNS
Udin S. Winata Putra dkk.2007.Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka
I.G.A.K Wardani, dkk.2007.  Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka


LAMPIRAN

PENILAIAN KETERAMPILAN MEMBACA LAPORAN PENGAMATAN
SISWA KELAS V SDN 01 TUNGGULREJO

No
Nama Siswa
Aspek Penilaian
Nilai
Ketuntasan
I
II
II
1.













Nilai rata – rata


Ketuntasan belajar ( % )


Keterangan      :
a. Aspek penilaian
       I.            Penggunaan bahasa laporan yang baik ( tata bahasa )
    II.            Kejelasan isi laporan dengan data yg ada di lapangan
 III.            Pemilihan / penyusunan kalimat
b. Bobot nilai  :
Sangat baik     : 5
Baik                 : 4
Cukup             : 3
Kurang                : 2
Sangat kurang : 1
a.                   Perolehan nilai akhir dapat dicari dengan rumus :
Skor perolehan  x skor ideal ( 100 )          = nilai
Skor maksimum

           ( 15 )