Belajar Mengajar




1.      Tinjauan Tentang Belajar dan Mengajar

a.      Pengertian Belajar

”Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap,perubahan itu bersifat secara relatif konstant” (Winkel, 2000:53). 
Kemudian Omar Hamalik (2003:28) mendefinisikan belajar adalah “Suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.”
Menurut Slameto (2010:2) belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.”

b.      Pengertian Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar juga merupakan salah satu interaksi komunikasi aktif antara siswa dan guru dalam kegiatan pendidikan dan dalam kegiatan proses belajar yang dilakukan oleh guru. Kedua kegiatan ini tidak berlangsung sendiri-sendiri melainkan bersama-sama dan pada waktu yang sama, sehingga terjadi adanya interaksi komunikasi aktif antara guru dan siswa (Arifin, 2003: 22).
Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. Untuk dapat belajar, maka perubahan itu harus relatif menetap. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik psikis maupun fisik, seperti perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah atau berfikir keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau sikap. Hal ini sesuai dengan pendapat Sunaryo (2006: 16) bahwa belajar adalah suatu kegiatan, dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan yaitu tingkah laku yang positif artinya untuk mencapai kesempurnaan hidupnya.
Menurut Inger dalam Asnaldi (2008: 12), belajar adalah perubahan-perubahan perilaku yang potensial yang tercermin sebagai akibat dari latihan dan pengalaman masa lalu terhadap situasi tugas tertentu. Belajar menurut pendapat para ahli lain adalah perubahan tingkah laku atau perubahan kecakapan yang mampu bertahan dalam waktu tertentu dan bukan berasal dari proses pertumbuhan.
Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, tidak sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa. Banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila di inginkan hasil belajar yang lebih baik dari siswa. Dari pengertian mengajar tersebut, tersirat bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai seorang pemimpin dan fasilitator belajar yang paling menentukan.
Menurut Nasution (2004: 48), guru adalah tumpuan harapan yang akan menentukan kualitas proses belajar yang dialami oleh siswa. Guru merupakan sutradara dan aktor sedangkan metode, alat, evaluasi dan perlengkapan pendidikan lainnya merupakan kesatuan sistem yang berintegrasi secara dinamis bagi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan uraian di atas mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran semata kepada siswa, akan tetapi merupakan suatu proses pembelajaran siswa. Dengan demikian, proses belajar mengajar merupakan dua konsep yang berbeda, bila dipadukan akan terjadi interaksi, hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam suasana yang kondusif untuk mencapai tujuan tertentu. Dikatakan demikian karena belajar sebagai suatu proses, biasanya ditunjukkan kepada siswa sedangkan mengajar sebagai suatu proses ditunjukkan kepada guru sebagai pendidik yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan perkembangan mental dan kepribadian siswa.
Mengajar merupakan proses aktif guru untuk membimbing siswa dalam memahami dan mempelajari konsep-konsep yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar. Karena kegiatan mengajar merupakan hal yang wajib dikerjakan oleh setiap individu, maka guru hendaknya dapat membimbing siswanya dan memberikan dorongan kepada siswanya agar timbul motivasi belajar dalam diri siswa atau sebagai motivasi intrinsik.

Dari teori belajar di atas dapat dikatakan bahwa dalam proses belajar mengajar guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab atas keseluruhan perkembangan kepribadian siswa serta memberikan dorongan untuk belajar mengembangkan pemahaman dan penghayatan atau prinsip-prinsip di dalam pembelajaran kimia secara aktif dan dinamis dalam memahami kebutuhan mencapai tujuan pendidikan.