Teori Belajar Sosial Vygotsky

Teori Belajar Sosial Vygotsky



Vygotsky mengemukakan pembelajaran merupakan suatu perkembangan pengertian yaitu siswa membentuk pengetahuan sebagai hasil dari pikiran dan kegiatan siswa sendiri
melalui bahasa (Trianto, 2010:38). Sumbangan dan teori Vygotsky adalah penekanan pada hakekat sosiokultural dalam pembelajaran. Proses pembelajaran terjadi saat anak bekerja dalam zona perkembangan proksimal (zone of proximal development). Zona perkembangan proksimal merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya dengan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan sesungguhnya adalah kemampuan pemecahan masalah secara mandiri, sedangkan tingkat perkembangan potensial adalah kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yang lebih mampu.
Ide penting lain yang diturunkan dari teori Vygotsky adalah scaffolding. Scaffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada anak pada tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab saat mereka mampu (Trianto, 2010: 39).  Siswa diberikan tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistik yang kemudian dibimbing untuk mencari penyelesaiannya sampai siswa dapat menemukan sebagian penyelesaiannya kemudian mengurangi bantuan yang diberikan sedikit demi sedikit hingga siswa dapat melakukannya sendiri. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan pelajar tumbuh mandiri (Isjoni, 2009: 39-40).
Berdasarkan pada teori Vygotsky di atas, terdapat beberapa keuntungan yaitu: (1) pengembangan potensi anak akan lebih luas melalui belajar dan berkembang, (2) pembelajaran lebih mengaitkan dengan tingkat perkembangan potensial daripada tingkat perkembangan aktual agar anak dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki, (3) pembelajaran lebih diarahkan pada penggunaan strategi untuk mengembangkan kemampuan intermental daripada kemampuan intramental, (4) anak diberi kesempatan yang luas untuk mengintegrasikan pengetahuan deklaratif yang telah dipelajari dengan pengetahuan prosedural yang dapat digunakan untuk melakukan tugas-tugas dan memecahkan masalah, dan (5) proses belajar dan pembelajaran merupakan suatu proses mengkonstruksi pengetahuan atau makna baru (Budiningsih, 2005: 104).



Budiningsih. A. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Isjoni. (2009). Cooperatif Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Kelompok. Bandung. Alfabeta

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasana, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Penerbit Kencana.

0 Response to "Teori Belajar Sosial Vygotsky"

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...