PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK

Posted on
I.           
JUDUL   :
PERKEMBANGAN EMBRIO KATAK





II.           
TUJUAN
1.     
Mempelajari
perkembangan katak ( Bufo sp) melalui
pengamatan preparat histology
2.     
Menjelaskan
tiap-tiap tahapan cleavage.
3.     
Mengetahui tahap
pembelahan pada perkembangan embrio katak.

III.           
DASAR TEORI
Pembelahan terjadi setelah pembelahan zygot membelah berulang kali
terdiri dari berpuluh-puluh sel kecil yang disebut blastomer. Pembelahan
tersebut dapat meliputi dari seluruh bagian bisa juga hanya sbagian kecil
zygot. Pada pembelahannya,melalui tahap pembelahan mitosis. Meski sewaktu-waktu
dapat juga disertai oleh adanya pembelahan inti yang terus menerus tanpa
diikuti sitoplasma.
Pembelahan terjadi setelah fertilisasi. Tipe pembelahan holoblastik
arequais dimana pembelahan pertama merupakan bidang vertical dari kutub anima
ke kutub vegetal melalui dareah abu-abu hingga dihasilkan 2 sel,kemudian
disusun oleh pembelahan kedua,yaitu suatu bidang vertical yang tegak lurus pada
pembelahan pertama ,sehingga ditemui 4 sel. Bidang pembelahan selanjutnya
adalah bidang pembelahan horizontal yang tegak lurus bidang sebelumnya,lebih
dapat ke kutub anima sehingga sel yang dihasilkan tidak sama besar (J.W
Kimball.1991:363-364).
Setelah mengalami beberapa kali pembelahan ditemukan stadium morula yang
berongga,di mana sel kutub pada anima akan lebih besar daripada sel kutub
vegetative,sel yang kecil disebut mikromer,sel yang besar disebut makromer dan
yang menengah disebut mesomer. Pada stadium selanjutnya akan ditemui pembelahan
antara mikromer,mesomer dan makromer yang sangat mencolok serta ditemui rongga
besar yang disebut rongga stadium blastula.
Blastulasi adalah proses perkembangan morula menjadi blastula.Pada saat
blastulasi,blastomer morula membelah beberapa kali sehingga besar blastomer
masih mengecil tetapi besar blastula tidak berbeda dengan besar morula.
Menjelang proses pembelahan berakhir,sebagian blastomer yang berada di
bawah permukaan morula rontok,sehingga tempat yang semula padat dengan sejumlah
blastomer berubah menjadi rontok dan kosong.Rongga yang terbentuk itu disebut
blastosol. Morula mempunyai cirri yaitu padat blastomer dan tidak memiliki
rongga.Sedangkan blastula mempunyai rongga dan terdapat blastosol.Akan tetapi
perlu diingat bahwa tidak semua blastula mempunyai blastosol.

Blastula yang mempunyai blastosol dinamakan seloblastula (discoblastula)
seperti pada katak. Sedangkam blastula yang tidak mempunyai blastosol disebut
seroblastula.

Stadium neuro dimulai dengan terbentuknya penebalan ectoderm,neural pada
bagian dorsal yang disebut neural plasta. Pada perkebangan selanjutnya,pada
keeping neural akan membentuk lekuk neural dan kemudian mengalami perubahan
bentuk menjadi bumbung neural.
Pada stadium lanjut dari luar sedikit terlihat adanya pemanjangan tubuh
embrio dan terbentuknya tunas ekor.Pada stadium ini telah terbentuk system
pencernaan makanan,alat indra,system ekskresi dan vaskuler.
Pembelahan  ke empat lewat bidang
longitudinal atas dan bawah ekuator. Pada katak berhubungan dengan adanya
lapisan yolk yang sedang,tebalnya pembelahan pada makromer lama dan baru
mencapai ujung kutub.
Pada pembelahan kelima,terbentuklah blastomer yang terdiri dari 32 sel
–sel mikromer dan makromer kini terdiri dari 2 lapis,masing-masing sel makromer
lapis bawah lebih besar daripada lapis atas.

Pembelahan ke enam,lewat bidang meridian serentak untuk semua sel yang
berjumlah 32 sel sehingga terbentuk 64 sel.Pada pembelahan ke tujuh dan
kedelapan sudah diikuti di akhir pembelahan ke delapan. Gumpalan sel itu
membesar membentuk sebuah pear disebut morula. Morula tersebut massif,artinya
bagian di dalamnya tidak berongga.
Pada katak tidak jelas adanya blastomer bentuk morula karena blastomer
terdiri dari berpuluh-puluh sel secara berangsur-angsur berbentuk di bagian
tengah berisi cairan (Wildan Yatim,1990:153).
Blastosol tidak pernah berfungsi sebagai rongga tempat terjadinya
granulasi dan nantinya juga akan berupa pembatas untuk tidak terjadi induksi
dari lapisan atau sel-sel yang kaya hanya akan yolk pada dasar blastosol
terhadap sel-sel mikromer yang merupakan atas blastosol (Harlita,2000:57-59)
Pembelahan ini berlangsung bergantian.Stadium 16-64 sel disebut morula
128 sel blastula bersel banyak. Pada stadium lanjut diluar terlihat adanya
perpanjangan tubuh embrio dan terbentuknya tunas ekor.Pada stadium ini telah
terbentuk system pencernaan makanan.alat indra dan vaskuler
(Sudarwati.1993:256).

Ovum amphibi tipe teidethital dan tipe pembelahannya aruqeal yaitu
terdapat dua buah blastomer di kutub anima yaitu mikromer dan blastomer di
kutub vegetative yaitu makromer,terdiri atas pembelahan I selesai ke kutub
vegetal pembelahan III=equatorial lebih dekat kutub anima (Jequeria.1980:357).

IV.           
ALAT DAN BAHAN
ALAT
BAHAN
1.     
Mikroskop
2.     
Alat tulis
1.     
Frog primary
cleavage egg
2.     
Frog cleavage
blastula
3.     
Frog cleavage
morula
4.     
Frog cleavage
from yolk edge
5.     
Frog secondary
cleavage egg
6.     
Frog before
cleavage egg
7.     
Sagita bufo
8.     
Latter stage
of neurolla
9.     
First stage of
tail bud stage
V.           
CARA KERJA
1.     
Menyiapkan alat
dan bahan yang digunakan.
2.     
Memfokuskan
mikroskop agar obyek tampak jelas
3.     
Meletakkan
preparat awetan pada mikroskop,mengamati gambar preparat awetan tersebut.
4.     
Menggambar preparat
yang tampak pada mikroskop.
5.     
Mengulangi
kegiatan tersebut dengan menggunakan preparat awetan yang lainnya.
6.     
Membereskan alat
dan bahan yang telah digunakan.
  


VI.           
ANALISA DATA DAN DATA PENGAMATAN

PREPARAT
KETERANGAN
1. Frog
Primary cleavage egg
1.  Kutub animal
2.  Bidang pembelahan meridial
3.  Membrane vetelin
4.  Kutub vegetal / polus vegetative
Deskripsi:
·        
Pembelahan 16
sel embrio bufo diperhatikan:
~       
Bidang
pembelahan meridial dan 2 bidang terjadi serentak
~       
Blastomer di
polus animals jelas berbeda dengan polus vegetative
·        
Mulai terjadi
pembelahan pada bidang meridial
·        
Terdapat
lekukan pada polus anima
·        
Segmentasi
melalui pembelahan vertical
·        
Merupakan
tingkat pembelahan 2 sel
·        
Ooplasma di
bagian polus animalis homogeny karena adanya vitelitas yang banyak
·        
Terbentuk
bidang pembelahan pertama meridional dan membentuk 2 blastomer yang bilateral
simetris
·        
Bentuk bulat
pecah-pecah.
·        
Pigmen
terdapat pada polus animalis
·        
Pembelahan
pertama terjadi melalui tengah gray cresent
·        
Pembelahan
terhambat pada daerah yang banyak mengandung yolk

PREPARAT
KETERANGAN
2. Frog
Secondary cleavage egg
1.  Kutub animal
2.  Kutub vegetal
3.  Membrane vetelin
4.  Bidang pembelahan meridian
5.  Surface pigmen
6.  Bidang pembelahan aquatorial
Deskripsi:
·        
Terbentuknya
zygot berasal dari ovum dan spermatozoid
·        
Bidang
pembelahan I ( diantara blastomer )
·        
Mulai terjadi
pada bidang pemeblahan meridian,tegak lurus dengan bidang pertama.
·        
Terlihat
adanya pembelahan sel-sel yang lebih kecil
·        
Pigmen pada
polus anima
·        
Merupakan
tingkat selanjutnya dari perkembangan 2 sel
·        
Ooplasma di
bagian polus anima homogeny,sedangkan di bagian polus vegetativus tidak
homogeny,karena adanya vitellus yang banyak.
·        
Bidang equator
serat gelendong tipe pembelahan selalu terletak di pertengahan dan tegak
lurus pada polus sel induk.
·        
Dihasilkan 4
sel
·        
Masih dijumpai
adanya blastomer di mana bidang pembelahan I terdapat di antara 2 blastomer
·        
Bidang
pembelahan ketiga adalah longitudinal menghasilkan 4 makromer dan 4 mikromer.

PREPARAT
KETERANGAN
3. Frog’s
before cleavage egg
1.  Polus animal
2.  Polus vegetal
3.  Membran vitelline
4.  Yolk
5.  Grey cressent
6.  Pigmen
7.  Protoplasma
8.  Albumin
9.  vitellus
Deskripsi:
·        
Polus animalis
berwarna hitam atau gelap
·        
Pollus
vegetalis berwarna putih keabu-abuan
·        
Terbentuknya
zygot yang berasal dari ovum dan spermatozoid
·        
Grey aressent
antara hitam dan pucat
·        
Yolk di kutub
vegetal dan pigmen di kutub animal
·        
Belahan hitam
atau gelap mengandung pigmen,hamper selalu menghadap ke atas dikelilingi
lapisan serupa agar-agar dipenuhi dengan sitoplasma.
·        
Belahan putih
penuh dengan vitellus
·        
Setelah
fertilisasi substansi agar-agar itu membengkok dan tidak dapat ditembus oleh
spermatozoa.
·        
Meridional
menghasilkan 8 sel anakan yang disebut mesomer
·        
Di kutub
vegetal pembelahan aquatorial akan menghasilkan sel anak yang tidak
berbentuk,tidak sama besar,yaitu:
~       
Sel besar
disebut makromer
~       
Sel kecil
dinamakan mikromer
PREPARAT
KETERANGAN
4. Frog
cleavage blastula
1.  Katub animalis
2.  Katub vegetalis
3.  Makromer
4.  Blastosoel
5.  Mikromer
6.  Mesomer
7.  Sel berpigmen
8.  Sel neuroblast
9.  Batas/marginal zone
Deskripsi:
·        
Membentuk
batas antara kutub anima dan kutub vegetative di bagian marginal disebut
marginal zone.
·        
Daerah kutub
anima terdiri dari 2 lapis:
~       
Lapis luar :
banyak pigmen
~       
Lapis dalam
:sel-sel neuroblas
·        
Terjadi
invaginasi yang menyebabkan blastosoel mulai terdesak yang diikuti oleh
inovasi sel-sel di daerah marginal yang akan membentuk dorsal blasto poralip
yang akan membentuk celah blastopora
·        
Bentuk seperti
bola berasal dari telur,terdapat blastosol
·        
Pada lapisan
blastoderm sel-selnya kecil dan padat
·        
Tiap 1 sel
penyusun mempunyai 1 nukleus disebut blastoderm
à menyusun diri membentuk yolk dan embrio
·        
Pada bagian
ventral pada embrio blastoderm membentuk penebalan
à bakal embrio
·        
Nukleus yang
terdapat di bagian posterior sel telur dibungkus oleh membrane plasma baru
disebut sel kutub akan berkembang menjadi sel sperma.
·        
Terjadi
sedikit perpindahan sel-sel kutub animalis,kemudian tersusun dan membentuk
rongga berisi fluida yaitu blastosol di dalam massa sel-sel tersebut
·        
Blastula
mempunyai bentuk dan susunan blastomer maka bentuknya seperti cakram
·        
Blastosol
berfungsi sebagai rongga gastrulasi dan juga merupakan batas
PREPARAT
KETERANGAN
5. Later stage
of neurolla
1.  Bumbung neural
2.  Notochord
3.  Neural canal
4.  Archenteron
5.  Endoderm yolk
6.  Ectoderm
7.  Mesoderm
8.  Somatic mesoderm
9.  Splanchic mesoderm
10.  Yolk
11.  somil
Deskripsi:
·        
Disebut tahap
rotation ( neurola akhir )
·        
Perpanjangan
embrio mulai tampak jelas
·        
Di bagian muka
canalis neuralis belum tertutup dengan neuropas anterior
·        
Sel-sel
ectoderm yang mengandung banyak vitellis
·        
Mesoderm
akhirnya menjadi sel otak
·        
Pada
perkembangan selanjutnya,keeping neural ini akan membentuk lekuk neural lalu
menjadi bumbung neural
·        
Neurola
pertengahan terdapat siklus nerola,terus medialis,crista neuralis sel-sel
disebelah lateral sukus neuralis,chorda dorsalis mesoderm somit.
·        
Pada neurola
akhir sukus neuralis menjadi canalis neuralis
·        
Pada neurola
awal
1.     
Di daerah
dorsal terdapat lamina neuralis
2.     
Mesoderm somit
3.     
Chorda
dorsalis
4.     
Got (os os )
5.     
yolk
PREPARAT
KETERANGAN
6. Frog’s
cleavage from of yolk gland
1.  Ektoderm
2.  Mesoderm
3.  Endoderm
4.  Makromer
5.  Mesomer
6.  Mikromer
7.  Membrane vittelin
8.  Yolk
9.  Kutub anima
10.  Kutub vegetal
Deskripsi:
·        
Pada masa ini
yolk berfungsi sebagai cadangan makanan
·        
Tidak terjadi
pertumbuhan organism
·        
Pembelahan
lambat di daerah yang banyak mengandung yolk
·        
Penghalang
pembelahan pleh yolk di mana terjadi pembelahan equatorial yang terletak
lebih dekat ke kutub anima sehingga terbentuk makromer dan mikromer
·        
Perkembangan
jaringan mesoderm dari sel-sel mikromer ini,dalam keadaan normal mikromer
akan berkembang menjadi ectoderm
·        
Blastomer di
polar analis jelas berbeda dengan di polar vegetalis
·        
Bidang
pembelahan IV tampak tidak teratur
·        
Sel-sel
mesoderm berasal dari sel-sel bagian dalam,sedangkan ectoderm dan endoderm
berasal dari permukaan.
·        
Pada lapisan
blastomer sel-selnya kecil dan padat,blastosol terletak elsentrik
·        
Sel endoderm
mengandung banyak vitellus
PREPARAT
KETERANGAN
7. Frog’s
stage of tail bud stage
1.  Yolk
2.  Mesoderm
3.  Eyestalk
4.  Endoderm
5.  Notochord
6.  Brain cavity
7.  Fore got
8.  Sucker
9.  Heart primordium
10.    Prekorda
11.    Epididimis
12.    Anus
13.    Hind gitt
14.    Neurenteric canal
15.    Spinal cord
16.    Mig got
17.    Sub notochord
18.    Gill pouches
19.    ektoderm
Deskripsi:
·        
Sudah
terbentuk alat indra,pencernaan dan system syaraf
·        
Terjadi
penyempitan antara kepala dan badan sehingga terlihat seperti leher
·        
Mulai bergerak
aktif ( muscularespons)
·        
Pada tingkat
kuntum ekor terjadi penyempitan
·        
Akibat
invaginasi bakal ectoderm,sel-sel bakal notochord bergerak ke posterior
menuju bibir dorsal dan ditempat itu mengadakan inovulasi bersama-sama dengan
sel-sel bakal prekhorda
·        
Prekhorda dan
notochord adalah organism kepala dan notochord berikut berkas mesoderm
disebelahnya bertindak sebagai organizer tubuh
·        
Mesoderm
dorsal bersama dengan ectoderm membentuk dinding ventral dan lateral tubuh
·        
Pada fase ini
terjadi penyempitan kepala dan badan sehingga terlihat leher saja
·        
Bumbung
epidermis berupa lapisan terluar yang terdiri dari gabungan bulatan-bulatan
yang saling berhubungan
·        
Mesentelum
hamper mirip hewan lumen dengan bagian pinggir bergelombang
·        
 
PREPARAT
KETERANGAN
8. Frog’s
cleavage morula
1.  Makromer
2.  Mikromer
3.  Polus animalis
4.  Polus vegetalis
5.  Mesomer
6.  Segmentation vegetalis
7.  Pigmen
8.  Vitellus
Deskripsi:
·        
Terjadi
pengkutuban,jumlah sel 32 buah
·        
Kutub animalis
ukuran sel-selnya kecil-kecil
·        
Bidang
pembelahan tidak teratur
·        
Terbentuk
rongga-rongga ( segmentasi cavity )
·        
Terjadi
perluasan pembelahan sel-sel (epitidi)
·        
Proses
pigmentasi lambat karena adanya vitellin
·        
Tiap-tiap
zygot besarnya tetap sama,hanya membelah dan tiap pembelahan tumbuh mencapai
besar tertentu
·        
Selama
morulasi zona pellucid tetap utuh,yang berfungsi sebagai pemersatu blastomer
·        
Mengalami
degenerasi
·        
Diantara kutub
vegetative dan kutub anima terdapat mesomer
·        
Daerah kutub
anima terdiri dari 2 lapisan:
~       
Luar : banyak pigmen
~       
Dalam :sel-sel
seroblast
PREPARAT
KETERANGAN
9. Sagital bufo
1.  Ektoderm
2.  Mesoderm
3.  Endoderm
4.  Bumbung notochord
Deskripsi:
·        
Canalis
nuralis rongganya tidak continue
·        
Canalis
dorsalis sel-selnya besar dan bervakuola
·        
Sel-sel pada dinding
canalis nuralis akan menjadi sel syaraf
·        
Yolk banyak
menyumbat blastula
·        
Sel-sel
mesoderm somit akhirnya menjadi sel otot
·        
Fase ini terjadi setelah 12 hari pembuahan
·        
Terbentuk labium ventral dengan hasil akhir adalah
penebalan yang melingkar,namun tidak hanya sampai disini,penebalan masih
terus berlanjut hingga akhirnya makromer yang terdesak sepenuhnya tertutup
oleh mikromer dan saat sudah tertutup,istilahnya adalah blastoporus.
  
VI.           
KESIMPULAN
1.     
Tahap
perkembangan embrio katak:
1.     
Fertilisasi
2.     
Pembelahan
tingkat 2 sel embrio
3.     
Pembelahan 8 sel
embrio
4.     
Pembelahan 16
sel embrio
5.     
Morula
6.     
Blastula
7.     
Gastrula
8.     
Sagital
9.     
Transversal
10.  Neurola pertengahan
11.  Neurola akhir
2.     
Cirri-ciri
perkembangan embrio:
a.      Zigot                 :
terjadi pergerakan sitoplasma sehingga terjadi 
bidang-bidang pembelahan
b.      Morula               :
terbentuk sel-sel makromer dan mikromer
c.      Blastula             :
timbul rongga besar blastosol
d.     Gastrula             :
blastosol menghilang,terbentuk blastoporus dan arcenteron
e.      Neurola             :
penebalan endodermal neural bagian dorsal yang disebut neuroplate
f.       Berudu berekor :
berinsang
3.      Tahap perkembangan katak Bufo sp
a.       Bidang pembelahan meridional I
b.      Bidang pembelahan meridional II,tegak lurus bidang I
c.       Bidang pembelahan equatorial
d.      Bidang pembelahan vertical
e.       Bidang pembelahan longitudinal

VII.           
DAFTAR PUSTAKA
Kimball,J.W.1991.Biologi Jilid I.Jakarta :Erlangga
Harlita.2000.Struktur Perkembangan Hewan III.
Surakarta : UNS Press
Jequera,L.C.1980.Histologi Dasar.Jakarta : EGC
Sudarwati.1993.Perkembangan Hewan.Bandung : ITB Press
Yatim,Wildan.1984.Embriologi dan Reproduksi.Bandung
Tarsito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *